jdp

Ini Usul JDP kepada Lembaga MRP Untuk Melindungi Hak-Hak OAP

pater johnJAYAPURA, SUARAPAPUA.com —  Jaringan Damai Papua (JDP) mengapresiasi kerja anggota Pokja Agama MRP dalam situasi pademi Corona virus di tanah Papua terutama dalam memberikan perhatian perlindungan hak-hak orang asli Papua.

Dalam Situasi saat ini, JDP berharap juga MRP dapat melibatkan semua tokoh-tokoh Papua seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh Pemuda yang murni bicara tentang manusia Papua (human).

Hal tersebut dikatakan Pastor John Bunai, Pr koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) kepada suarapapua.com. Kamis, (2/7/2020).

Ia menambahkan dalam situasi politik di Papua saat ini MRP diharapkan sama-sama berpegang tangan dengan gereja untuk bicara soal hak-hak dasar manusia Papua, lalu itu tidak boleh dipolitisir.

“Kita bicara human (manusiawi). Orang Papua harus sekolah yang baik (pelayanan pendidikan), orang Papua harus sehat (Pelayanan Kesehatan),  lalu dibuat rumusan dibicarakan bersama-sama tokoh gereja karena gereja yang punya jemaat langsung di bawah,” katanya.

Dirinya juga menambahkan, MRP harus libatkan tokoh muslim, Hindu, Budha, Kristen dan masyarakat dari 7 wilayah adat lalu lalu kita buat yang terbaik untuk orang Papua di tanah Papua. MRP ingin eksis dalam menjalankan tugasnya pegang tokoh-tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh Pemuda yang murni.

“Karena adat tokoh-tokoh adat buatan kepala suku buatan yang dibuat untuk mengadu domba kita sesama orang Papua. Mari kita jelih melihat agar kita sungguh-sungguh membangun negeri ini demi kemuliaan nama Tuhan,” tuturnya.

Banyak persoalan Papua yang bisa diselesaikan dengan kita duduk bicara sama-sama dengan menghadirkan semua komponen lalu mencari jalan keluar.

“Seperti halnya akan berakhir Otsus ini, MRP harus libatkan rakyat Papua dari 7 wilayah adat tentang keinginan mereka, dengan begitu akan ada solusi damai dari keputusan tersebut tanpa intervensi dari orang pintar,” katanya.

Yang berikut, kata Pastor Bunai, MRP, DPRD, dan DPR Papua segera mencari gedung rumah sakit dikhususkan untuk pasien yang berobat. Kami juga berpesan kepada MRP, dalam situasi Covid-19 kami mendengar pasien yang di tolak kesana kemari, dan cara terima pasien semua disejajarkan seperti mereka terkena covid-19.

“Alangkah baiknya MPR melihat adanya Rumah Sakit khusus yang dikhususkan untuk masyarakat yang biasa seperti ibu hamil, anak, atau kena tabrak  dan musibah lain. Kami harap MRP, DPRD dan DPRP untuk menyuarahkan ini agar masyarakat juga merasa nyaman dilayani, jangan sampai ada yang sakit batuk tapi karena takut periksa kesana, sakitnya tambah parah,” katanya.

Sementara itu Helena Hubi, anggota Pokja Agama MRP menambahkan banyak aspirasi disampaikan oleh masyarakat terkait apa yang harus dilakukan oleh MRP namun aspirasi terkait gedung rumah sakit khusus tersebut akan dibahas bersama DPR Papua.

“MRP juga berupaya memulangkan masyarakat yang tertahan di Jayapura dari 7 wilayah adat karena Covid-19 seperti masyarakat Saireri yang sudah dipulangkan. MRP akan lalukan sesuai prosedur agar tidak merugikan pihak lain,” tuturnya.

Reporter : Agus Pabika

Editor      : Arnold Belau

Sumber artikel: https://suarapapua.com/2020/07/03/ini-usul-jdp-kepada-lembaga-mrp-untuk-melindungi-hak-hak-oap/

Scroll to Top