Imparsial: Janji Dialog dengan Papua dari SBY Belum Terwujud

Jayapura, MAJALAH SELANGKAH — Janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk tanah Papua yaitu menjadikan Papua Tanah Damai melalui Dialog Jakarta-Papua dinilai belum terwujud hingga saat ini. Hal tersebut diungkapkan direktris Imparsial Jakarta, Poengky Indarti kepada majalah selangkah.com di kantor Aliansi demokrasi untuk Papua (ALDP) hari ini, Jumat (7/2/14 siang.

 

Imparsial adalah sebuah LSM yang bergerak di bidang mengawasi dan menyelidiki pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia. Didirikan oleh 18 orang pekerja hak-hak asasi manusia Indonesia, Todung Mulya Lubis, Karlina Leksono, M. Billah, Wardah Hafidz, Hendardi, Nursyahbani Katjasungkana, Ade Rostina Sitompul, Robertus Robet, Binny Buchory, Kamala Chandrakirana, HS Dillon, Munir, Rachland Nashidik, Rusdi Marpaung, Otto Syamsuddin Ishak, Nezar Patria, Amiruddin, dan Poengky Indarti.

 

“Beberapa tahun lalu Presiden SBY pernah berjanji kepada masyarakat Papua, untuk menyelesaikan seluruh persoalan di Papua dalam rangka menjadikan Papua Tanah Damai akan ditempuh dengan Dialog antara Jakarta-Papua. Namun hingga saat ini dialog tak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” ungkap Poengky.

 

Belakangan ini, kata dia, kekerasan terjadi di mana-mana di Papua. “Seharusnya itu langsung ditangani bapak presiden guna menepati janjinya kepada masyarakat Papua,” kata Indarti.

 

Diketahui, saat memberikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-66 RI di komplek DPR, Jakarta, Selasa (16/8/2011) lalu, SBY pernah mengatakan untuk mendengar dan melihat ‘kegelisahan’ Papua.

 

Presiden menegaskan, pemerintah menetapkan kebijakan guna menjamin pembangunan di Papua dapat benar-benar menuju kehidupan masyarakat yang semakin adil, aman, damai, dan sejahtera.

 

“Menata Papua dengan hati adalah kunci dari semua langkah untuk menyukseskan pembangunan Papua sebagai gerbang timur wilayah Indonesia,” kata Presiden. Dan Dialog Jakarta-Papua hanya satu-satunya solusi yang selaras dengan perkataannya, menggunakan pendekatan hati yang tentu menolak cara-cara kekerasan dan tidak bermartabat.

 

Nyatanya, bahkan komentar pun tidak pernah keluar dari mulutnya, kala Papua bergejolak akhir-akhir ini, setelah pidato indahnya. Seorang presiden masih sibuk mempersiapkan pesta demokrasi pada April mendatang daripada mendengar jeritan orang Papua. (MS/Theresia Fransiska Tekege)

 

Sumber:http://majalahselangkah.com/content/-imparsial-janji-dialog-dari-sby-belum-terwujud

Scroll to Top