Hillary Clinton Datang, DPR: Renegosiasi Papua Harus Dibahas

 

“Dengan royalti 1 persen untuk pemerintah, maka negara dirugikan.”


JAKARTA, Jaringnews.com – Kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton ke Jakarta, Senin (3/9) petang ini, baiknya dimanfaatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk renegosiasi perusahaan tambang emas dan tembaga PT Freeport di Papua.

 

“Momentum kedatangan Menlu AS seharusnya dimanfaatkan untuk renegosiasi tahap kedua masalah Freeport dan harus disesuaikan,” ujar anggota Komisi I DPR RI Yoris Raweyai di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (3/9).

 

Kata Yoris, keuntungan Freeport untuk Indonesia, yang hanya berupa royalti 1 persen, tidak sebanding dengan yang didapat perusahaan milik AS itu. “Ini harus disesuaikan, sudah selayaknya negara mendapat 5 persen dari hasil Freeport,” ucap politikus Golkar ini.

 

Yoris mengungkapkan, tambang emas di Timika, Papua adalah tambang emas nomor satu terbesar di dunia, dan tembaga nomor tiga terbesar di dunia.  

 

“Dengan royalti 1 persen untuk pemerintah, maka negara dirugikan. Bahkan, dari hasil tambang itu, tidak berdampak bagi masyarakat Papua, yang tetap miskin meski harta kekayaan alamnya dikeruk Freeport,” tuntas putra Papua ini.

 

Seperti diketahui, Clinton dijadwalkan akan tiba di Indonesia, sore hari ini untuk melakukan dialog dengan pemerintahan Indonesia menyangkut sejumlah isu lokal maupun global. Secara khusus, Clinton akan membicarakan mengenai sengketa teritorial Laut China Selatan. Clinton akan menyampaikan dorongannya untuk negara-negara ASEAN agar tetap bersatu, meskipun menghadapi sengketa perebutan wilayah di kawasan Laut China Selatan. (Ralian Jawalsen Manurung)

 

 

http://jaringnews.com/politik-peristiwa/wakil-rakyat/22022/hillary-clinton-datang-dpr-renegosiasi-papua-harus-dibahas

Scroll to Top