Hilangkan Pendekatan Militeristik untuk Mulai Dialog di Papua

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyelesaian konflik Papua melalui jalan dialog diyakini bakal terealisasi apabila pemerintah menghilangkan pendekatan militeristik dalam menghadapi persoalan di sana.

 

Persoalannya, pemerintah masih ragu untuk menyelenggarakan dialog sebagai alternatif penyelesaian konflik.

 

“Walaupun selalu menyatakan persoalan Papua bisa diselesaikan melalui dialog, kenyataannya di berbagai konflik pemerintah masih menggunakan militer,” ujar pengamat politik dari Universitas Al-Azhar dalam diskusi Masa Depan Papua di Tengah Konflik Pemilu 2014 di Jakarta, Jumat (15/3).

 

Menurut Al Araf, dialog merupakan solusi yang mujarab yang belum pernah digunakan pemerintah untuk meredakan keinginan sebagian orang Papua yang ingin merdeka.

 

Berbagai metode seperti operasi militer, otonomi khusus Papua, dan pembentukan Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) ternyata gagal meyakinkan sebagian masyarakat Papua.

 

“Sebab pemerintah seperti mengembangkan dualisme kebijakan. Di satu sisi mengatakan menggunakan pendekatan kesejahteraan melalui otsus dan UP4B, namun di sisi lain masih mengembangkan pendekatan represif,” ujarnya.

 

Al Araf bahkan khawatir konflik bakal berlangsung lebih lama jika presiden hasil Pemilu 2014 berasal dari kalangan militer. Menurutnya, militer pasti akan meninggalkan metode dialog dalam menyelesaikan konflik.

 

“Karena itu harus ada capres yang berani memajukan gagasan dialog untuk penyelesaian Papua,” pungkasnya. (Emir Chairullah)

Sumber:http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/03/16/1/138770/-Hilangkan-Pendekatan-Militeristik-untuk-Mulai-Dialog-di-Papua

Scroll to Top