aaaaaaaaa

Herman Awom : Perlu ada Dialog

aaaaaaaaaJayapura, 24/2 (Jubi) – Keprihatinan akan penembakan di Kabupaten Puncak Jaya yang menewaskan 8 prajurit TNI dan 4 waga sipil datang dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Pdt. Herman Awom, anggota Presidium Dewan Papua (PDP).

“Yang pertama kita sama-sama sedih atas peristiwa ini. Kita sama-sama sedih dengan kekerasan yang terjadi, sehingga baik prajurit maupun masyarakat sipil jadi korban,” ujar Herman Awom saat dijumpai di GKI Bethania Dok IX Jayapura Utara, Minggu, (24/2). Namun demikian yang menjadi pertanyaan Herman Awom adalah dari mana gerombolan mendapatkan peluru.

“Kabupaten Puncak kan lewat Timika dengan pesawat dan pejagaannya ketat. Dari mana sampai mereka bisa dapat peluru dan senjata begitu banyak?” tanya Awom sambil berharap peluru atau proyektil tersebut perlu diselidiki sebagai bukti supaya diketahui dengan jelas pelakunya siapa.

Mantan Wakil Ketua Sinode GKI Di Tanah Papua itu yakin proyektil bisa diperiksa di laboratorium Polri dan tentu akan diketahui dari mana asalnya karena akan ketahuan nomor serinya.

“Tapi sekarang yang muncul adalah OTK. Pertanyaannya apakah ini pengkondisian? Perjuangan Papua mau diarahkan ke teroris. Saya kuatir jangan sampai akhirnya perjuangannya dianggap teroris,” kata Awom memberikan analisa kritisnya.

“Kendatipun demikian, OTK ini peliharaan ataukah dari mana mereka muncul?” ujar Awom sambil mengingatkan kepada semua pihak untuk berhati-hati dengan perjuangan damai yang sudah dilakukan yang sepertinya akan  dirusak dengan cara-cara tidak elegan. Olehnya itu dia tetap mendukung untuk tetap adanya dialog.

“Pihak militer, pihak pertahanan keamanan, Menkopolhukam, mari kita duduk sama-sama dan bicara tentang demokrasi Indonesia secara martabat. Jangan pikir bahwa kita bicara dalam dialog itu konotasinya menjurus kepada merdeka. Tetapi bagaimana persoalan-persoalan itu dibicarakan,” lanjut Awom. (Jubi/Roberth Wanggai)

sumber:http://tabloidjubi.com/?p=13437

Scroll to Top