Empat Persoalan Pokok di Papua

Terkait Persoalan di Papua Yang Ditandaskan Tubagus dan LIPI, Mendapat Dukungan Objektif Dari Aktifis Papua

Papua – NAPAS.Com, Terkat pernyataan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tubagus Hasanudin, rabu, 27/3/2013, di Bakul Kopi, Cikini, Pada Tribun News, tentang masalah Papua disebabkan oleh empat hal, di antaranya adalah “Gagalnya otonomi khusus terutama pembangunan di bidang kesejahteraan ekonomi, kesehatan dan pendidikan; konflik disebabkan oleh adanya diskriminasi dan marjinalisasi terhadap masyarakat asli Papua; adanya perasaan traumatis dari sebagian warga Papua sebagai akibat tindakan represif aparat masa lalu, yang dikategorikan sebagai pelanggaran HAM, namun tidak diusut secara tuntas; masih terdapatnya perbedaan persepsi tentang terintegrasinya Papua ke dalam wilayah NKRI melalui Pepera 1969”, mendapat dukungan besar dari seorang Aktifis Papua, Marthen Goo.

 

Disela-sela situasi Paniai yang mencekam, melalui via Selulernya, 28/03/2013, Marthen Goo menegaskan, “apa yang disampaikan oleh Tubagus Hasanudin adalah pernyataan objektif yang terjadi di Papua. Saya secara pribadi meminta terima kasih kepada Pak Tubagus yang dengan jujur mengungkap kebenaran masalah di Papua. Persoalan itu juga telah dikaji jauh oleh LIPI, dan LIPI pun menyatakan, di Papua ada 4 masalah yang harus diselesaikan. Jika kita lihat secara seksama, sesungguhnya, Negara telah mengetahui secara menyeluruh terkait persoalan di Papua, apalagi, Negara memiliki banyak lembaga di Papua, tapi juga Profesor yang andal, yang semestinya, bisa jujur dan ariv mengatakan bahwa, Papua punya masalah dan harus diselesaikan dengan kesungguhan hati.”

 

Tambah Marthen dengan tegas, “Jika masalah Papua seperti itu, sekarang bukan waktunya kita saling salah menyalahkan, tapi kita harus mencari solusi atas semua masalah. Jika UU Otsus yang dilihat sebagai Solusi oleh Negara itu gagal, semestinya harus dipikirkan Solusi baru. UP4B itu bukan Solusi, UP4B itu hanya sebuah proyek segelintir orang, yang didorong hanya untuk menggelapkan dana rakyat dan hanya untuk mengalihkan Dialog Jakarta-Papua. Karnanya, yang harus dibangun bersama untuk mencari Solusi atas semua masalah adalah Dialog Jakarta Papua. Jika Aceh bisa digelar perundingan, semestinya Papua juga harus bisa. Negara harus mau berdialog bersama rakyat Papua, melalui 5 juru runding rakyat Papua, guna mencari solusi atas persoalan Papua yang berkepanjangan ini”.

 

Marthen mengharapkan agar Negara membuka hati dengan berkomitmen untuk mendorong Dialog Jakarta Papua, guna menyelesaikan masalah Papua secara menyeluruh. (BIKO)

 

Sumber:http://nationalpapuasolidarity.blogspot.com/2013/03/empat-persoalan-pokok-di-papua.html

Scroll to Top