ferdinan

Elsham Minta Dialog Jakarta-Papua Harus Libatkan OPM

ferdinanJayapura,- Terkait rencana dialog Jakarta-Papua yang telah dicetuskan oleh Ketua Jaringan Damai Papua (JDP) Neles Tebay, disikapi oleh Direktur Elsham Papua Ferdinan Marisan.

Menurutnya, rencana dialog Jakarta-Papua ini sebenarnya sudah berhembus isunya sejak tahun 2002 bahwa sebelum ada Otsus di Papua. Bahwa Elsham dengan didukung oleh pihak gereja telah menyuarakan dialog damai Jakarta-Papua untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Papua.

Karena masalah di Papua setelah masa reformasi sangatlah banyak tanpa ada penyelesaian yang jelas. Menurutnya bahwa dulu rencana dialog Jakarta-Papua disepelehkan oleh Pemerintah Pusat lalu mengeluarkan UU Otsus bagi Papua. Dan Otsus ini dianggap sebagai salahsatu solusi penyelesaian di Papua untuk menghentikan keinginan merdeka dari orang Papua.
Pada hal Otsus tersebut bukan untuk menyelesaikan masalah Papua tetapi justru menambah masalah di Papua. Bahwa rencana dialog damai Jakarta-Papua yang saat ini dikawal oleh JDP (Jaringan Damai Papua) sangatlah baik.

Hanya saja yang menjadi masalah saat ini adalah Pemerintah Jakarta maupun orang Papua sendiri sama-sama mempertahankan prinsip-prinsip masing-masing dimana pemerintah Jakarta melalui SBY menginginkan dialog Jakarta-Papua dalam bingkai NKRI sementara orang Papua memiliki visi untuk melakukan dialog Jakarta Papua yang membahas masalah penentuan nasib sendiri bagi orang Papua untuk merdeka. 

Bahwa SBY pernah mengeluarkan statemen di media pada tanggal 29 Juli 2012 bahwa Jakarta tidak akan melakukan dialog dengan separatis yang disebut OPM, yang selama ini memperjuangkan kemerdekaan bagi Bangsa Papua. Dan hal ini menjadi dasar persoalan selama ini di Papua.

Dan jika Pemerintah Jakarta terus bersihkeras seperti ini maka dialog Jakarta-Papua tidak akan terlaksana. Dan yang mengetahui persoalan adalah kelompok separatis atau OPM. Sehingga dialog Jakarta-Papua itu harus melibatkan OPM bahkan melibatkan semua elemen masyarakat asli Papua.

Terkait dengan kehadira Presiden SBY membuka Raimuna di Buper Waena maka diharapkan Presiden harus mampu membuka diri untuk menerima orang Papua. Dan Presiden harus siap berdialog dengan orang Papua siapapun dan jika perlu Presiden menetapkan waktu pertemuan dengan kelompok-kelompok yang selama berseberangan paham dengan pemerintah Indonesia.

Disamping itu dialog tersebut jadi bila melibatkan kelompok agama, LSM, pemuda, perempuan, adapt. Dan kedatangan Presiden tersebut harus bertemu dengan Ketua Jaringan Damai Papua Neles Tebay dan pimpinan agama yang lain agar Presiden mengetahui persiapan rencana dialog Jakarta-Papua.

Terhadap tempat pelaksanaan dialog Jakarta-Papua apakah digelar di Jakarta atau di Papua bahkan di luar negeri sekalipun itu harus sesuai dengan kesepakatan bersama dengan dimediasi oleh pihak ketiga. Karna banyak hal yang akan dibahas dalam dialog tersebut dan tidak hanya dapat diselesaikan dengan dialog tetapi juga dapat membentuk komisi kebenaran dan rekonsiliasi (KKR) untuk menyelesaikan persoalan Papua secara keseluruhan. (Alfius)

Sumber:http://pasificpost.com/index.php?option=com_content&;;view=article&id=5495:elsham-minta-dialog-jakarta-papua-harus-libatkan-opm&catid=313:headline&Itemid=568

Scroll to Top