DPRP Dukung Dialog Damai Semua Masyarakat di Papua

JAYAPURA— Rencana dialog melibatkan seluruh komponen, termasuk warga pendatang yang digagas Jaringan Damai Papua (JDP) untuk menyampaikan tentang indikator indikator perdamaian di Tanah Papua, serta upaya penyelesaian konflik-konflik yang terjadi di Papua, mendapat dukungan dari   Wakil Ketua Komisi A DPR Papua Ir Weynand B Watori. “Kami mengajak seluruh warga untuk bersama mendorong untuk bicara konteks damai yang dibangun JDP,” ungkap Weynand B Watori saat dihubungi di ruang kerjanya, Senin (8/8). Dikatakan, pihaknya sepakat dengan JDP bahwa semua masyarakat yang hidup di Papua harus terlibat, karena yang membutuhkan perdamaian bukan hanya orang Papua saja, tapi juga semua warga di Papua. “Orang lain merasa ditindas oleh orang lain, itu juga bagian dari tak damai. Jadi tak boleh ada hubungan antara penindas dan yang tertindas. Tak boleh ada kelompok yang merasa mendominasi terhadap kelompok yang didominasi atau minoritas dalam semua hal,” katanya.

 

Damai itu sebenarnya, lanjutnya, aspeknya luas seperti ekonomi, sosial, budaya, politik dan HAM.   Intinya semua orang bisa melaksanakan hak dan kewajibanya secara seimbang. Itu yang dikatakan damai.

 

“Kalau dia punya hak terganggu cuma hanya diminta kewajibannya dia pasti merasa terganggu. Begitupula kalau dia melaksanakan haknya sedangkan kewajibannyan tidak. Itu juga masalah pasti dia menindas orang lain,” ungkapnya seraya menegaskan, wujud damai itu macam macam misalnya korupsi itu karena seseorang menggunakan haknya lalu kewajibannya tidak ada atau merasa seperti berhak.

 

“Papua damai disemua agama dan kepercayaan juga mengenalnya. Mestinya terjemahannya juga bisa dari aspek itu bahwa orang hidup mendambahkan damai dan sejahtera,” tukasnya.

 

Sebagaimana diwartakan Koran ini, Koordinator JDP, Pater Dr Neles Tebay dan Sekretaris Muridan Widjojo ketika menyampaikan keterangan di Kantor Sekretariat FOKER LSM Papua, Sabtu (6/8) menegaskan, semua kelompok masyarakat akan mencoba mengindetifikasi indikator indikator dari Papua Tanah Damai. Pasalnya, hal ini sangat penting ketika orang bisa mempunyai pandangan yang berbeda beda tentang Papua Tanah   damai.

“Jadi untuk menyatukan konsep itu kita mesti mempunyai pemahaman yang sama indikator indikatornya. Kapan kita mengatakan Papua sudah tanah damai. Kapan kita bisa mengatakan tanah Papua belum menjadi tanah damai. Apa indikatornya,” katanya. Selanjutnya, kata dia, pihaknya membantu para peserta untuk mengidentifikasi indikator indikator perdamaian Papua masing masing di bidang politik, ekonomi dan lingkungan, sosial budaya, keamanan serta hukum dan HAM. (mdc/don/l03)

http://bintangpapua.com/headline/13475-dprp-dukung-dialog-damai-semua-masyarakat-di-papua

Scroll to Top