indo Vs Papua

DPR Dorong Dialog Jakarta-Papua

Pemerintah khawatir ada tujuan lain di balik permintaan dialog.

indo Vs PapuaFoto:Google

 

JAKARTA – Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan, pemerintah perlu membuka dialog dengan masyarakat Papua, terutama dengan tokoh-tokoh Papua yang selama ini mengampanyekan kemerdekaan.

 

“Harus ada pihak yang menjalin komunikasi kepada para tokoh Papua ini untuk bisa mengetahui apa yang menjadi gagasan dan keinginan mereka,” ujar Mahfudz di DPR, Jakarta, Selasa (21/5).

 

Wakil Ketua Komisi Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sejumlah pihak akan diundang untuk diminta saran dan masukan terkait persoalan Papua.

 

Ia mengatakan, LIPI adalah lembaga yang diminta penjelasannya. Tak hanya itu, menurut Mahfudz, Komisi I DPR juga berencana menggelar pertemuan dengan menteri luar negeri, menteri pertahanan dan kepala Badan Intelijen Negara.

 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai, pemerintah pusat cenderung tidak ingin mengabulkan permintaan dialog yang diinginkan masyarakat Papua. Ini karena pemerintah khawatir ada tujuan lain di balik permintaan dialog. Dalam waktu dekat, Komisi I DPR akan menggelar rapat dengan pemerintah terkait persoalan Papua.

 

“Saya melihat, kenapa pemerintah cenderung tidak memenuhi permintaan dialog dari masyarakat Papua, karena pemerintah pusat khawatir ujung dari dialog itu adalah referendum,” kata Adriana Elisabeth, peneliti LIPI untuk isu Papua, saat menghadiri rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

 

Tujuan Tak Sama

Sejauh ini, Adriana melihat, belum ada respons positif dari pemerintah pusat terkait usulan dialog antara Jakarta dan Papua. Menurut Adriana, sulitnya memulai proses dialog karena pemerintah di Jakarta juga tidak memiliki tujuan dan kepentingan yang sama di Papua.

 

Selain itu, kata Adriana, pemerintah pusat harus memahami bahwa tuntutan kemerdekaan bukan harga mati. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah harus menggunakan solusi berbeda menyelesaikan persoalan di Papua, bukan dengan kekerasan atau pengerahan tentara.

 

Tidak hanya itu, Adriana mengatakan, pemerintah jangan khawatir dengan gerakan-gerakan yang mengampanyekan Papua merdeka di negara lain. “Kalau pun ada yang simpati, itu bersifat perorangan dan LSM. Bukan mewakili secara sesungguhnya dari sebuah kebijakan negara tertentu,” ujarnya.

 

Sumber:http://www.shnews.co/detile-19850-dpr-dorong-dialog-jakartapapua.html

Scroll to Top