DPR Desak Pemerintah Dialog dengan Masyarakat Papua

 

JAKARTA, (PRLM).- Kaukus Parlemen Papua, yaitu anggota DPR RI yang berasal dari Papua meminta pemerintah bedialog dengan masyatakat Papua, untuk menyelesaikan berbagai masalah khususnya penembakan yang masih terus terjadi sampai hari ini. Karena itu Komisi I DPR RI akan berusaha mewujudkan dialog tersebut melalui pembentukan panitia kerja atau Panja DPR RI. Namun, Panja ini diharapkan tidak akan berbenturan dengan institusi yang sudah terbentuk terlebih dulu di DPR, yakni Tim Pengawas Otonomi Khusus Aceh dan Papua yang dipimpin Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso

“Selain dialog, dana otonomi khusus (Otsus) untuk Papua yang selama ini dikucurkan oleh pemerintah pusat, ternyata tidak jelas juntrungannya. Padahal, uang Otsus itu ratusan triliunan, tapi entah ke mana mengalirnya tidak jelas seperti dimakan siluman. Karena itu wajar kalau masyarakat Papua masih berada dalam kemiskinan dan kebodohan,” tandas anggota Kaukus Parlemen Papua dari FPG DPR Agustina Basik pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (8/6/12).

Diakui Agustina jika masyarakat Papua mau merdeka, tapi merdeka dari kebodohan dan kemiskinan dan bukannya dari NKRI. Hanya saja dia menyayangkan, karena selama ini pemerintah dinilai tidak serius menyelesaikan persoalan di Papua.

“Malah terkesan pemerintah pusat mau saja dibohongi oleh pemerintah daerah dalam hal penggunaan dana Otsus itu. Sebab, di Papua ada pelaku korupsi bisa mengendalikan dana itu dari penjara. Bisa buat disposisi untuk kucurkan anggaran tersebut,” kata Agustina kecewa.

Rapat dengar pendapat umum (RDPU) antara Komisi I DPR dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan sejumlah tokoh Papua, Kamis (7/6/12) diwarnai usulan pembentukan Panitia Kerja (Panja). Sejumlah anggota Komisi I memandang perlunya sebuah Panja untuk mendalami akar persoalan sekaligus menemukan solusi bagi masalah di Papua.

Menurut Ketua Komisi I DPR RI Mahfudh Siddiq , jika Timwas memastikan implementasi otonomi khusus semisal program pembangunan dan kinerja pemerintahan, maka Panja bertujuan menyelesaikan seluruh peta konflik yang sudah mengerucut ke mekanisme dialog.

“Tidak ada jalan lain, kita sepakat dengan jalan dialog untuk selesaiakan persoalan di Papua. Ini kan merupakan ruh dari nilai-nilai dasar Negara Pancasila, yaitu musyawarah untuk mufakat,” tutur politisi PKS ini.

Selama dua hari ini, tim kecil Komisi I DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Papua, untuk bertemu sejumlah pihak. Tim dipimpin Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq. Adapun anggota yang ikut di antaranya Salim Mengga, Almuzzammil Yusuf, Tri Tamtomo, Roy Suryo, dan Muchamad Ruslan.(A-109/A-88)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/191697

Scroll to Top