Din Samsudin Juga Dukung Dialog Papua – Jakarta

JAYAPURA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. DR. H. Din Samsuddin, M.A., mengatakan, guna menyelesaikan konflik berkepanjangan di Papua selama ini maka harus dilakukan dialog Papua – Jakarta.

Hal itu dikatakan Din Samsuddin usai acara Silaturahmi dan Dialog dengan Keluarga Besar Muhammadiyah Papua, di Aula SMP Muhammadiyah Lt 3, beberapa waktu lalu.
Pada kunjungannya yang kesekian kalinya di Papua, dia mengatakan, bahwa selain mengadakan silaturahmi dan dialog, dirinya juga melakukan kunjungannya kali ini dalam rangka pertemuan dengan para tokoh-tokoh agama yang ada di Papua,  khususnya di Kota Jayapura.

Usai silaturahmi dan dialog dengan Keluarga Besar Muhammadiyah Papua, ia sempat menyinggung soal konflik yang selama ini terjadi di Papua. Menurutnya, bukan hanya di Papua saja yang merupakan daerah konflik, tapi hampir sebagian besar daerah yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini sering terjadi konflik dan salah satu contohnya di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Jika pada beberapa waktu lalu masyarakat asli Papua menginginkan adanya suatu pertemuan dengan Pemerintah Pusat (Jakarta), maka hal yang samapun diutarakannya, yakni dirinya sangat mendukung dialog Papua – Jakarta.

Menurut Din demikian sapaan akrabnya, bahwa dirinya memahami betul kalau adanya masyarakat di wilayah timur Indonesia ini yang mempunyai aspirasi tersendiri.
Dan, aspirasi itu merupakan suatu bentuk kekecewaan dan ketidakpuasan dari masyarakat asli Papua terhadap pelayanan yang selama ini diberikan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat tersebut.

“Konflik di Papua saya dapat memahaminya, kenapa kemudian saudara-sudara kita ini mempunyai atau memilik aspirasi tersendiri, yakni aspirasi itu yang sedianya harus didengar oleh Pemerintah Pusat, maka saya sangat setuju dengan dialog sebagai sebuah solusi,” tegas Din.

Din bahkan sangat mendukung sekali apa yang dibuat oleh lembaga pemerhati perdamaian di Papua yang selama ini sudah berjalan, yakni Jaringan Damai Papua (JDP) yang dipimpin oleh Neles Tebay, yang mana sangat mengedepankan sebuah dialog sebagai solusi konflik di Papua.

Menurut Din, dialog yang akan dilakukan antara Papua dan Jakarta itu harus benar-benar memiliki kekuatan dari sebuah dialog itu sendiri atau dialog yang tulus dari dalam hati untuk menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapi masyarakat asli Papua tersebut. “Dialog harus terbuka atau terus terang dan tak boleh ada masalah. Sehingga dialog itu bisa berorientasi pada pemecahan masalah dan ini yang sering saya sebut sebagai dialog yang dialogis,” tutupnya. (Mir/don/l03)

Scroll to Top