Dialog Untuk Mengatasi Masalah Kekerasan

 

Jayapura-Pertemuan sekitar 3 jam lebih yang dilakukan di DPRP(07/06/2012) antara DPRP, LSM, Kanwil hukum dan HAM serta kelompok masyarakat menggulirkan beberapa saran dan pendapat. Misalnya meminta agar DPRP bertemu dengan gubernur, Pangdam dan kapolda untuk meminta pertanggungjawaban pihak keamanan terhadap seluruh  kejadian yang tidak pernah terungkap.

Selain itu DPR dan Pemda menyurati presiden agar segera merespon situasi terakhir di Papua. Selain itu DPRP dan pemda menyurati presiden untuk situasi terakhir ini dan kelompok sipil  lainnya memainkan peranannya sebagaimana yang disampaikan oleh Septer Manufandu dari Foker LSM Papua. Septer juga menyarankan perlunya membua dialog internal diantara orang Papua agar tidak saling mencurigai satu sama lain.

Pentingnya dialog Jakarta Papua juga menjadi salah satu langkah penting yang harus dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan di Papua.

Sedangkan Yance Kayame menyarankan agar ada pembahasan khusus mengenai standarisasi operasional pertahanan keamanan dii Papua apalagi Papua merupakan daerah otonomi khusus sehingga perlu pengamanan khusus.

“Otoritas sipil sipil tidak siap dan lemah sehingga muncul pelanggaran HAM. Otoritas sipil harus memaninkan peranannya kembali dan penataan aparat keamanan,” Jelas Markus Kayoi dari KIPRA.

Menurutnya pangdam dan kapolda harus diajak bicara oleh otoritas sipil untuk menunjukan sikap otoritas sipil menjadi kuat. “ Kalau mereka tidak bisa memberikan rasa aman maka kita bisa minta pihak lain atau badan-badan lain yang bantu memberikan rasa aman,” tandasnya. Bahkan Markus mengatakan perlu meneliti akuntabuilitas aparat keamanan, dana yang besar seharusnya diimbangi dengan kinerja yang besar.

Ignatius Nimin salah satu anggota Komisi A turut menegaskan bahwa masalah keamanan di Papua jangan hanya dibahas oleh orang Papua tapi juga semua orang yang ada di Papua karena menyangkut keselamatan bersama.sehingga kalau semua orang turut membahas dan menjadi prihatin maka masalah keamanan menjadi masalah keseluruhan orang di Papua.

 Ketua Komisi A Ruben Magai S.IP sebagai pimpinan pertemuan mengatakan agar masyarakat juga tidak boleh bosan untuk saling bertemu dan bicara. “ Kita tidak boleh bosan, kita berhadapan dengan soal besar jadi jangan menunggu, ada hambatan, kita tetap kerja,” himbaunya sambil menjadualkan pertemuan berikutnya pada hari selasa mendatang.(Tim/AlDP)..

http://www.aldp-papua.com/?p=2889

Scroll to Top