Dialog Tak Tuntas, Papua Terus Bergejolak

Semua kegagalan di Papua bukan semata-mata kesalahan Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat. Sebab bagaimanapun, pemerintah di Jakarta juga memberi kontribusi”

JAKARTA, suaramerdeka.com –Tidak kunjung selesainya persoalan di Papua, dinilai disebabkan oleh hal. Antara lain, tidak tuntasnya dialog. Sebab, terlalu banyak pihak sehingga tidak jelas lagi siapa merepresentasikan siapa.

“Selain itu, apa yang akan didialogkan dan format dialog juga tidak jelas,” kata sejarawan Asvi Warman Adam dalam Diskusi Pilar Negara bertema “Kekerasan di Papua dan Upaya Penyelesaiannya” di Gedung MPR RI Senayan Jakarta, Senin (4/3).

Menurutnya, dari aspek kesejarahan, Papua tidak memiliki dasar untuk menuntut kemerdekaan. Sebab, hasil Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) telah diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Bahwa dalam pelaksanaan Pepera ada kekurangan dan pelanggaran, itu memang terjadi. Namun proses masuknya Papua ke Indonesia sudah sah,” ujarnya.

Dia menambahkan, Papua bukan sesuatu yang asing bagi Indonesia. Karena Papua adalah benih persemaian persatuan Indonesia. Terlebih, sejumlah tokoh perjuangan dibuang ke Papua.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Papua Barat, Jimmy Damianus Ijie mengatakan, persoalan di Papua hanya berkisar disitu-situ saja. Sehingga yang diperlukan adalah ketegasan dalam mengambil keputusan.

“Semua kegagalan di Papua bukan semata-mata kesalahan Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat. Sebab bagaimanapun, pemerintah di Jakarta juga memberi kontribusi,” tukasnya.

Dia mengakui, ada tokoh-tokoh pejabat di Papua yang korupsi. Selain itu, Papua seperti dijadikan tempat untuk bereksperimen konflik. Apalagi bila ada laporan yang menyatakan bahwa ada ratusan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berhasil diberantas.

“Padahal sebelumnya ada ribuan bekas anggota OPM menyerahkan diri. Lalu sebenarnya berapa jumlah anggota OPM? Jangan-jangan ada pihak yang sengaja membentuk OPM di Papua,” tandasnya.

 

Sumber:http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/03/04/147763/Dialog-Tak-Tuntas-Papua-Terus-Bergejolak

Scroll to Top