yan ch warinussy

Dialog Sangat Demokratis dan Diterima Universal Sebagai Solusi Masalah Papua

yan ch warinussyYan Cristian Warinussy,SH. Direktur LB3BH Manokwari Papua Barat (Foto:Jubi)PAPUAN, Manokwari — “Setelah empat hari (tanggal 3-6 September 2013) di Jenewa, Swiss, mengikuti pertemuan curah pandangan (brainstorming) tentang bagaimana media dialog dapat digunakan dalam menyelesaikan sejumlah permasalahan dan konflik yang telah terjadi dan berlangsung lama di beberapa wilayah dunia, maka saya sebagai salah seorang peserta yang diundang mendapat kesan bahwa dialog merupakan pilihan yang sangat tepat sekarang ini untuk mengatasi persoalan konflik sosial-politik dan ekonomi, serta budaya yang terus berlangsung di Tanah Papua.”

 

Hal ini ditegaskan Direkutr Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, dalam siaran pers yang dikirim kepada redaksi suarapapua.com, Sabtu (7/9/2013) dari Jenewa, Swiss.

 

Menurut Warinussy, dalam pertemuan yang difasilitasi oleh beberapa pelatih berpengalaman dalam bidang resolusi konflik, mediasi dan negosiasi antar bangsa, ia juga mendapat sejumlah pengetahuan penting tentang bagaimana merumuskan frame work (kerangka kerja) dari penyelenggaraan dialog itu sendiri.

 

Serta, bagaimana memastikan bahwa proses dialog itu akan berlangsung dengan senantiasa memberi perhatian pada para aktor yang terlibat dan dilibatkan serta isi atau materi yang hendak didialogkan.

 

“Beberapa contoh kasus mengenai bagaimana penyelesaian konflik di beberapa belahan dunia seperti Mali, Sudan Selatan, Filipina Selatan dan Yaman ikut membantu kami untuk memahami bahwa sesungguhnya setiap kasus dan konflik memiliki latar belakang dan isunya sendiri dan keterlibatan para aktor di dalam upaya penyelesaian konflik tersebut melalui jalan dialog adalah atas dasar kepentingan mereka pula,” ujar Peraih Penghargaan Internasional di Bidang HAM “John Humphrey Freedom Award” Tahun 2005 dari Canada ini.

 

“Sehingga sejak awal bagian ini mesti dibicarakan dan dipertemukan diantara para pihak yang berkepentingan dan atau terlibat dalam konflik tersebut,” kata pengacara senior ini.

 

Ditegaskan, dalam upaya untuk mendorong terjadinya dialog Papua-Indonesia, keterlibatan pihak-pihak yang berkepentingan sejak sekarang ini sangatlah perlu dan menjadi penting untuk senantiasa dibicarakan.

 

“Saya dan LP3BH Manokwari akan memainkan peranan sejak sekarang sebagai salah satu lembaga advokasi hak asasi manusia untuk mendorong proses pemberdayaan dan pendidikan bersama masyarakat di Tanah Papua tentang cara-cara membangun perdamaian melalui dialog dan perundingan.”

 

“Ini menurut kami penting, karena dengan adanya pemahaman yang baik pada masyarakat Papua tetang dialog dan perundingan, maka kelak segala upaya mereka dalam mempersoalkan dan memperjuangkan hak-hak sosial-politiknya dapat dilalui dengan jalan damai, bukan dengan jalan membangun dan memelihara konflik yang lebih banyak merugikan banyak pihak di Tanah papua dan di Indonesia serta di dunia,” tegas Warinussy.

 

Ditambakan, semua pihak harus menyadari, bahwa dialog adalah cara penyelesaian masalah yang sangat demokratis, karena telah dianut dan dipraktekkan dalam berbagai kasus dan konflik di berbagai belahan dunia serta secara universal diterima, diakui dan dihormati untuk digunakan, termasuk dalam kasus konflik berkepanjangan saat ini di tanah Papua antara rakyat Papua dan Pemerintah Indonesia.

 

Sumber:http://suarapapua.com/2013/09/dialog-sangat-demokratis-dan-diterima-universal-sebagai-solusi-masalah-papua/

Scroll to Top