Latifa-Anum-Siregar

Dialog Papua-Jakarta Tak Bisa Dilakukan Tahun ini

Latifa-Anum-SiregarDirektur ALDP, Latifa Anum Siregar (Jubi/Musa)Jayapura (17/1) – Pemberitaan berjudul tahun ini, dialog Papua-Jakarta dilaksanakan, Selasa (15/1) ternyata mendapat respon dari Aliansi Demokrasi Untuk Papua (ALDP) di Jayapura yang juga tim sosialisasi dialog itu sesuai tugas dari Jaringan Damai Papua (JDP).

 

Tanggapan itu disampaikan Latifa Anum Siregar, direktur ALDP di Jayapura kepada wartawan di Padang Bulan, Abepura, Kamis (17/1). Menurut Anum, pihaknya selaku salah satu tim yang ditunjuk oleh Jaringan Damai Papua (JDP) selaku pengusung agenda dialog ini, tak bisa memastikan dialog Papua-Jakarta berlangsung tahun ini. “Kami tidak bisa pastikan kalau dialog Papua-Jakarta berlangsung tahun ini,” kata Anum.

 

Anum mengaku, memang semua pihak berharap dialog cepat dilaksanakan. Namun, tahun 2013 ini, dialog tak bisa dilaksanakan. Karena, tahun ini cukup riskan. Di 2013 ini, semua orang sibuk mempersiapkan pemilihan umum presiden (Pilpres) pada 2014 mendatang, tapi juga pemilihan kepala daerah Papua saat ini. Tahun ini juga bisa menjadi pamor, dimana isu dialog bisa menjadi isu besar untuk menarik masyarakat guna proses pemerintahan 2014 setelah pilpres “Bisa jadi dialog tak terjadi. Karena tahun ini cukup riskan. Dialog bisa jadi bargening. Hal ini bisa jadi,” ujarnya.

 

Meski demikian, lanjutnya, jika pemerintah sepakat dioalog Papua-Jakarta cepat dilakukan, sebagaimana ungkapan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) bidang Hukum dan HAM, Albert Hasibuan, Minggu (13/1) lalu, lebih baik lagi. “Kalau beliau mewakili respon resmi Pemerintah lebih cepat, kita bersyukur. Artinya, Pemerintah merestui dialog lebih cepat jalan,” tuturnya.

 

Sebelumnya diberitakan, menurut Albert, pihaknya telah didatangi beberapa tokoh Papua seperti Pater Neles Tebay dan Beny Giay, serta beberapa tokoh agama lainnya asal Papua. “Mereka mendorong untuk diadakan dialog dan mudah-mudahan dialog itu bisa dilaksanakan pada tahun 2013 ini. Tapi saya tak tahu pastinya di bulan apa,” katanya.

 

Menurut Anum, hal yang perlu dilakukan sekararang adalah bagaimana kesiapan Pemerintah tapi juga berbagai pihak untuk mepercepat dialog. “Kalau dialog lebih cepat dilaksanakan, itu lebih baik. Karena, masalah di Papua terlalu lama dan berlarut-larut. Aksi kekerasan juga terus terjadi dari berbagai pihak,” tuturnya. Kekerasan dan masalah lainnya yang terus terjadi diwilayah tertimur ini, secara tidak langsung terus mengacam masyarakat. Jika di 2014 nanti, dialog Papua-Jakarta tak dilaksanakan, n masyarakat yang berdomisili di Papua akan terus merasa tidak nyaman. Ia menambahkan, dialog dapat terjadi apabila semua pihak meyakinkan pemerintah dan mau bekerja sama. (Jubi/Musa)

 

Sumber: http://tabloidjubi.com/?p=9743

Scroll to Top