dialogbermartabat

Dialog Mulai Menggema di Papua

dialogbermartabatSumber foto: Web ALDPJayapura – Yan Christian Warinussy, Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari mengatakan sejumlah elemen di Papua mulai berbicara tentang pentingnya Dialog Jakarta – Papua.

 

“Misalnya saudara saya Agustinus isir (Tokoh Pemuda Papua) dalam Surat Kabar Harian Radar Sorong, Sabtu kemarin. Dalam pernyataannya, Isir mengatakan bahwa solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan di Tanah Papua adalah dengan menggelar dialog nasional dan internasional,” kata Warinussy, Senin.

 

Menurut dia, jika dialog tidak dilakukan, maka masalah Papua tak akan pernah selesai. “Bahwa bagaimanapun pemerintah Indonesia semestinya segera mengambil langkah-langkah penting dalam mendorong digelarnya Dialog tersebut,” ujarnya.

 

DPR dan DPD, lanjut Warinussy, khususnya para utusan dari Papua dan Papua Barat yang bergabung di dalam kaukus Papua, sudah saatnya juga menyadari bahwa ide dialog merupakan alternatif dalam upaya mencari penyelesaian atas berbagai masalah di Tanah Papua.

 

“Sehingga saya mendesak para anggota Kaukus Papua untuk segera melakukan komunikasi intensif dan terbatas dengan Jaringan Damai Papua guna merumuskan agenda dan format dari Dialog dimaksud,” ucapnya lagi.

 

Penerima Penghargaan Internasional di Bidang Hak Asasi Manusia (John Humphrey Freedom Award) Tahun 2005 di Canada itu menambahkan Dialog adalah media untuk menyelesaikan berbagai masalah yang sedang dihadapi oleh rakyat dan pemerintah.

 

“Dialog sebenarnya bukan merupakan tujuan, ini perlu dipahami sejak awal oleh semua pihak yang hendak terlibat dan dilibatkan. Dialog sebagaimana diketahui adalah merupakan langkah awal dari sebuah proses mencari cara untuk menyelesaikan sebuah masalah,” paparnya.

 

Dialog kata Warinussy juga merupakan tempat bertemunya para pihak yang bertikai, seperti TPN/OPM dan TNI-POLRI serta pemerintah dan berbagai kelompok resisten di Papua.

 

Pertemuan antar berbagai kelompok yang bertikai dapat terjadi melalui perwakilan yang ditunjuk oleh para pihak. “Disini sudah pasti akan ada fasilitator, mediator atau peninjau, yang akan sangat tergantung pada kesepakatan para pihak tersebut,” ujar Warinussy.

 

Mengenai apa yang menjadi agenda dan materi dalam dialog, sangat ditentukan oleh para pihak yang bertikai. “Tentu ada tawaran paling tinggi dan tawaran paling rendah serta tawaran tengah-tengah yang bersifat mengakomodir. Dan ini membutuhkan diskusi yang sangat mendalam dan saling menerima serta memahami dan saling percaya,” pungkasnya. (JO/Jayapura)

 

Sumber: http://www.aldp-papua.com/?p=7658

Scroll to Top