neles-bicara

Dialog Lintas Agama Dambaan Semua Umat

neles-bicaraSENTANI — Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. DR. H. Nasarudin Umar mengatakan, dialog lintas umat beragama merupakan dambaan semua pihak. Karena hasilnya dapat melahirkan solusi-solusi permasalahan yang fundamental dan diharapkan solusi yang ditawarkan pimpinan umat, bisa menjadi solusi yang betul-betul bisa mencerahkan semua umat beragama.

 

“Saya berharap persoalan-persoalan yang muncul di Tanah Papua ini seperti yang ditawarkan para pemimpin umat beragama itu dapat penyelesaiannya melalui dialog yang sudah dimulai pada dirinya sendiri di lingkungan sendiri, kemudian ditingkatkan ke tingkat yang lebih luas,” ujarnya kepada wartawan usai membuka pertemuan dengan lintas umat beragama komisi provinsi gerejawi Merauke se-Papua di Jayapura tentang kondisi keagaman setempat, di Hotel Travellers Sentani, Rabu (02/05).

 

Dialog lintas umat beragama tersebut diikuti berbagai tokoh pemuka agama katolik dari gerejawi  Merauke se-Provinsi Papua dan dihadiri Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Prof.DR.H. Nasarudin Umar, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama Provinsi Papua, Tindige Agus Lope, S.PAK.M.Si dan Ketua Jaringan Damai Papua (JDP) Pater Neles Tebay.

Agenda utama  yang dibahas dalam forum agama ini ada lima bidang diantaranya bidang, ekonomi dan lingkungan hidup, sosial budaya, politik, hukum dan ham, serta masalah di bidang keamanan.

Oleh karena itu, kata Umar, permasalahan yang disampaikan dalam dialog ini akan disampaikan kepada Menteri Agama Republik Indonesia untuk dibahas bersama pengambil kebijakan di Pusat.

“Saya juga  menghimbau masyarakat di Papua supaya keputusan dalam dialog ini menjadi pegangan semua pihak karena tawaran yang dikeluarkan pimpinan agama keluar daru hati nurani, tidak punya muatan politik sehingga semua persoalan bisa diselesaikan, urainya.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Jaringan Damai Papua, Pater Neles Tebay, mengungkapkan lewat pertemuan dan dialog antara gereja Katolik lewat tokoh-tokohnya dari semua keuskupan di Papua, bertemu untuk memelihara kerukunan umat beragama di Tanah Papua dalam upaya membangun perdamaian.

“Kalau ada masalah di Papua pasti ada dampaknya dalam kehidupan agama, dimana orangnya tidak rukun. Sehingga kita bisa menganalisa situasi dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh semua penduduk di Papua ini yang disoroti dalam lima bidang tadi,” tukasnya.

Ditambahkannya, dengan adanya dialog yang digelar diantara kerukunan umat beragama yang ada di Tanah Papua, diharapkan dapat menciptakan Papua sebagai

Scroll to Top