14137110761931552763

Dialog Kunci Bangun Papua Damai

14137110761931552763Ir. H. Joko Widodo ( Presiden RI)JAYAPURA – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa kunci utama membangun Papua adalah adanya dialog untuk menciptakan saling percaya antara rakyat dan pemimpinnya. “Problem di Papua bukan hanya masalah ekonomi, sosial, dan politik.

Menurut saya, problemnya adalah saling percaya antara rakyat dan pemimpinnya. Kalau rakyat percaya pada pemimpinnya, gampang menyelesaikan masalah yang ada. Ini tak hanya berlaku di Papua, tapi di provinsi lain juga,” jelas Jokowi, saat bersilaturahim dengan ratusan relawan pendukung Jokowi di Pilpres, di Gedung Olah Raga Waringin, Jayapura, Papua, Sabtu (27/12).
Presiden Jokowi berkunjung pertama kalinya ke Papua setelah menjabat Presiden. Kedatangan Presiden adalah untuk ikut memeriahkan Hari Natal Nasional di sana. Di sela-sela itu, seperti biasa, Jokowi melakukan blusukan ke sejumlah daerah di Papua.

Untuk membangun kepercayaan antara pemimpin dan warganya, Jokowi berjanji akan mengunjungi Papua minimal tiga kali dalam setahun. Menurut dia, semua persoalan akan selesai jika dibarengi dengan dialog. Dia mencontohkan saat masih menjadi Wali Kota Solo, untuk memindahkan kaki lima saja butuh waktu tujuh bulan dan 54 kali dialog dengan mereka. Saat menjadi Gubernur Jakarta pun, dia harus berdialog dengan pedagang Pasar Tanah Abang selama dua minggu untuk menata kembali pasar tersebut.

“Di Papua juga sama, banyak masalah yang harus diselesaikan, dan itu bisa selesai kalau ada dialog,” jelasnya. Dia meminta jajaran kepolisian dan TNI untuk turun berdialog dengan warga Papua. Dia percaya dengan berbicara, maka akan diketahui apa akar masalahnya. “Saya yakin persoalan-persoalan yang ada bisa selesai satu per satu. Tapi, yang paling penting membangun kepercayaan rakyat, dan kalau pemimpinnya sudah dipercaya, harus benar-benar berbuat,” jelasnya. Dialog yang akan dibangun di Papua, menurutnya, harus berkesinambungan. Dia tak mau sedikit-sedikit mengomentari setiap kejadian yang ada di Papua seperti kasus di Paniai baru-baru ini.

“Kenapa kemarin waktu peristiwa di Paniai, saya tak tergesa-gesa mengomentari, karena kekerasan seperti itu di Papua terlalu sering,” ujarnya. Ke depan, dirinya ingin mendapatkan data-data konkret dan valid dari semua pihak. “Akar masalahnya apa harus jelas. Kalau saya ngomong kemudian ada kejadian lagi, bagaimana? Yang paling penting adalah jangan sampai terjadi lagi kekerasan di tanah Papua ini karena yang ingin kita bangun adalah sebuah tanah Papua yang damai,” jelasnya. Jembatan dan Kereta Pada kesempatan itu, Presiden juga memastikan akan membangun jembatan senilai 1,4 triliun rupiah. Jembatan sepanjang 440 meter itu dinilai penting untuk konektivitas antardaerah di Papua.

Dia berharap biaya untuk pembangunannya berasal dari gotong royong pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. “Itu biaya besar, jangan semua dibebankan ke APBN,” ujarnya. Kepala Negara juga sudah memerintahkan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, untuk memulai studi pembangunan kereta api mulai Januari 2015. “Tahun depan itu juga, setelah studi selesai, jangan berhenti. Langsung pembangunannya dimulai. Ada uang berapa pun. Kalau tidak, nanti kita terlambat lagi,” tambah Presiden. Pada kunjungan pertama Jokowi begitu menginjak tanah Papua adalah mendatangi lokasi yang kelak dijadikan pasar percontohan yang diberi nama Pasar Mama-Mama dan Pasar Phara.

Pasar ini akan dijadikan pasar pintar dengan menggabungkannya dengan rumah pintar dan rumah ramah anak. Presiden Jokowi menjanjikan masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura, diberikan lapak secara gratis setelah pasar seluas lima hektare itu selesai dibangun. “Janji saya untuk membangun pasar di Sentani dan di Jayapura hari ini sudah saya laksanakan dan segera dikerjakan,” kata Jokowi. Jokowi memberi pesan ke Gubernur Papua dan Bupati Jayapura agar lapak pasar benar-benar diberikan kepada masyarakat yang berhak. “Jadi, hati-hati. Nanti kalau dipungut bayaran, tolong dilaporkan kepada Presiden,” kata Jokowi yang langsung mendapat sambutan meriah masyarakat di sana. Jokowi berjanji jika tahun depan pasar itu selesai dibangun, dia akan kembali lagi ke Papua dan merayakan Tahun Baru 2016 di sana. “Tapi hati-hati, pasarnya harus jadi. Kalau nggak jadi, berarti saya nggak tahun baruan di sini,” ujar dia. n nsf/AR-3

 

Sumber:http://www.koran-jakarta.com/?26205-dialog-kunci-bangun-papua-damai

Scroll to Top