Dialog Jakarta-Papua, Jalan Menuju Kedamaian Papua

Jurnas.com | KEKERASAN masih mewarnai Papua. Dalam lima bulan terakhir, Januari–Mei 2012 telah terjadi sekitar 15 aksi penembakan yang menewaskan warga sipil, anggota Polri, anggota Brimob, dan anggota TNI.

 

“Untuk mencari solusi terbaik atas semua persoalan tersebut, sejak lama orang Papua mengusulkan dialog agar penyelesaian persoalan Papua berlangsung dewasa, jujur, manusiawi, adil dan beradab,” kata tokoh masyarakat Papua, Pastor Neles Tebay saat meluncurkan bukunya yang berjudul “Angkat Pena demi Dialog Papua” di Jakarta, Selasa (29/5).

 

Menurutnya, dialog Jakarta-Papua sangat penting untuk direalisasikan untuk menyelesaikan sejumlah masalah sosial budaya, hukum, ekonomi, politik sampai hak atas kehidupan yang layak menimbulkan banyak persoalan.

 

Koordinator Jaringan Damai Papua ini mengatakan pemerintah Indonesia telah setuju untuk membuka komunikasi sengan warga Papua. “Itu langkah terbaik. Pemerintah Indonesia memiliki komitmen itu. Presiden SBY pada 11 November 2011 mengumumkan pentingnya dialog terbuka dengan rakyat Papua untuk menjernihkan persoalan di Papua untuk mencari opsi terbaik,” katanya.

 

Hanya saja, pola dialog itu harus diformulasikan secara jelas sehingga hasilnya maksimal. “Kebutuhan dialog, format, mekanisme serta agenda dialog itu harus jelas,” kata Neles.

 

Untuk mencapai jalan menuju dialog Jakarta-Papua tersebut, kata Neles, pemerintah perlu membentuk tim dan diskusi yang melibatkan seluruh stakeholder terkait, sehingga materinya dapat dipersiapkan dengan baik. “Dengan begitu kita sudah maju satu langkah. Harapannya dialog perlu dipersiapkan dengan baik dan matang,” katanya.

 

Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra dalam pengantarnya pada buku berjudul “Angkat Pena demi Dialog Papua” mengatakan kekerasan demi kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan persoalan di Papua. “Hanya dialog yang dapat membukakan jalan menuju perdamaian, kedamaian, dan kesejahteraan rakyat di Papua. Karena itu harus ada keberanian dan kejujuran dari semua pemangku kepentingan, khususnya pemerintah pusat di Jakarta untuk berdialog mencari penyelesaian terbaik bagi semua pihak,” kata Azyumardi.

 

 http://www.jurnas.com/news/62126/Dialog_Jakarta-Papua,_Jalan_Menuju_Kedamaian_Papua/1/Nasional/Politik

Scroll to Top