Dialog Jakarta-Papua Dianggap Urgen

Yogyakarta, 14/12 (Jubi) – Jaringan Damai Papua (JDP) terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk sama-sama memahami sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan di Tanah Papua semenjak integrasi ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Hal ini diungkapkan aktivis JDP yang juga mahasiswa Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik Universitas Gadjah Mada (MPRK-UGM) Yogyakarta, Oktovianus Pekei kepada tabloidjubi.com usai dialog interaktif di RRI Yogyakarta, Sabtu (14/12) pagi.

 

“JDP ingin supaya seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Yogyakarta, mendukung dialog Jakarta-Papua. Upaya untuk dialog tersebut menjadi suara bersama semua masyarakat Indonesia,” tandasnya.

 

Dalam dialog selama satu jam di Studio Pro 1 RRI Yogyakarta yang dipandu Dr. Lukas Suryanto Ispandriarno, Okto mengungkapkan, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X pada beberapa waktu lalu juga mendukung pentingnya dialog Jakarta-Papau dilaksanakan. “Kiranya, dukungan datang dari banyak pihak, bila perlu seluruh masyarakat di nusantara ini, sehingga pemerintah maupun orang Papua duduk dialog,” ujarnya.

 

JDP dibentuk sejak 2005, kata dia, masih terus memperjuangkan terwujudnya dialog Jakarta-Papua. Selain membuka diskusi terbatas, JDP juga bikin konsultasi publik di 7 wilayah adat. Didalamnya melibatkan bukan hanya orang asli Papua saja, tetapi juga non Papua yang ada di Papua. “Supaya semua bisa pahami masalah untuk cari solusinya, ya untuk solusinya JDP tawarkan cara dialog. Tidak melalui kekerasan, represif, atau pendekatan militer.”

 

“Banyak persoalan yang ada di Papua, tidak ada cara lain yang lebih bermartabat untuk selesaikan konflik Papua. JDP menawarkan kepada orang Papua maupun pemerintah, dalam hal ini pemerintah pusat, untuk bagaimana menyelesaikannya, ya dialog itu cara yang bermartabat,” tutur Okto.

 

Nasarumber kedua, Koordinator Department Penerbitan dan Database Institut Dian/Interfidei, Wiwin Siti Aminah Rohmawati mengatakan, dialog antara pemerintah dan masyarakat di Papua atau yang dikenal dengan istilah Dialog Jakarta-Papua, dianggap hal yang urgen dilakukan untuk mengatasi berbagai persoalan selama ini, sebelum implementasikan program-program pembangunan.

 

Ia juga memberi apresiasi kepada 99 penulis buku “100 Orang Indonesia Angkat Pena Demi Dialog Papua”. Kata Wiwin, dalam buku itu, setiap penulis memberikan argumen tentang urgensi dialog Papua-Jakarta. Para penulis melihatnya dari berbagai perspektif, baik dari latar belakang pendidikan, profesi, maupun konsentrasi bidang dan ketertarikannya terhadap Papua.

 

“Ada banyak usulan, dari perspektif psikologi juga diulas dan beberapa penulis dari Papua, di buku ini, mengungkap berbagai fakta di sana. Ini makin diperkaya, lagi ada soal pemberitaan tentang Papua yang ditulis oleh jurnalis Papua, Pemred Cenderawasih Pos, Lucky Ireeuw. Bagi saya, bagaimana kita melihat persoalan Papua dan upaya penyelesaiannya melalui dialog,” tutur Wiwin.

 

Tentang isi buku itu, menurut Lukas, sangat menarik untuk dibaca. Sebab, Papua dengan segala persoalan sedikit banyak diulas di dalam buku monumental itu. Penulisnya bukan hanya orang Papua, ada yang berasal dari Aceh dan daerah lain, termasuk penulis dari Yogyakarta. (Jubi/Markus You)

 

Sumber:http://tabloidjubi.com/2013/12/14/dialog-jakarta-papua-dianggap-urgen/

Scroll to Top