Marinus Yaung

Deplu RI Dinilai Tak Pahami Masalah Papua Secara Benar

Marinus Yaung: Lobi-lobi di Negara Pasifik, Semacam  Hilangkan Asap Saja, Padahal Apinya Ada di Papua

 

Marinus YaungMarinus YaungJAYAPURA – Pengamat politik dari Fakultas FISIP Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung, menilai pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI tidak memahami persoalan di Papua secara benar. Pasalnya, yang terjadi saat ini pihak Kemenlu selalu meredam berbagai gejolak Papua yang mencuat di kalangan dunia internasional, sementara persoalan sebenarnya yang perlu mendapat perhatian ada di Papua.

“Pemerintah dalam melakukan lobi-lobi di Negara Pasifik itukan semacam menghilangkan asap saja, padahal apinya ada di Papua. Yang dalam pengertiannya asap mau dipadamkan, sementara apinya terus menyala. Ya sama saja kan? Jadi saya minta supaya Deplu membantu mendorong terciptanya dialog damai untuk Papua,  hanya saja tanggapan dari Deplu bahwa dialog tersebut bukan urusan mereka tetapi domainnya di Menkopolhukam.

 

Tapi dalam kaitan tersebut hal ini tidak jadi soal, yang penting saya sudah sampaikan dan bahwa upaya yang dilakukan Deplu tersebut dengan mematikan langkah-langkah yang terjadi di luar Indonesia tidak akan berarti apa-apa kalau akar persoalan yang ada disini  (Papua) tidak dibereskan. Sehingga untuk menyelesaikan persoalan, maka segera laksanakan dialog Jakarta – Papua,”ujarnya, saat ditemui usai kegiatan kuliah umum tentang diplomasi publik di Aula FISIP, Rabu (18/9.

Menurutnya, dalam penyampaian Dubes Bagas Hapsoro, dikatakan bahwa Indonesia saat ini sudah menjadi tulang punggung utama dalam penyelesaian berbagai konflik di ASEAN, dan secara aktif menyuarakan dan mengedepankan penyelesaian jalan damai. Sebut saja untuk konflik di Thailand Selatan misalnya, dan yang terbaru adalah menyelesaikan konflik di Fhilipina antara pemerintah disana dan gerilyawan MORO.

“Saya sempat bertanya kepada pihak Kemenlu, kalau Indonesia terlibat aktif dalam penyelesaian konflik di ASEAN dan mendorong penyelesaian dengan cara damai atau dialog lalu kenapa untuk di Papua itu sepertinya tidak sesuai harapan? Padahal kita di papua sedang mendorong upaya penyelesaian konflik dengan menggelar dialog antar Jakarta – Papua,”terangnya.

Ia menambahkan, seharusnya pihak Deplu RI memahami persoalan yang terjadi saat ini secara utuh, sehingga tidak melakukan langkah-langkah yang dinilainya mubazir, karena tidak meyelesaikan inti persoalan utama yang disuarakan seluruh rakyat Papua saat ini.

“Upaya yang dilakukan Deplu di Luar Negeri untuk menyelesaikan persoalan Papua ini tidak akan berhasil , karena saya rasa pihak Kemenlu tidak memahami persoalan di Papua secara benar, sebagaimana yang terungkap dalam kuliah umum tadi, termasuk beberapa pertanyaan yang saya lontarkan untuk pihak Deplu. Yang seharusnya dipahami adalah persoalan ini terjadinya di Papua dan dialog Jakarta – Papua tersebut sudah disuarakan oleh seluruh komponen masyarakat yang ada di Papua,”tandasnya.(Art/don/l03)

 

Sumber: http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/halaman-utama/item/8656-deplu-ri-dinilai-tak-pahami-masalah-papua-secara-benar

Scroll to Top