4237808-4x3-700x525 7

Clinton bahas Papua, Laut Cina Selatan, di Jakarta

 Amerika Serikat meminta kepada Indonesia untuk menjamin otonomi di Papua, ta4237808-4x3-700x525 7pi menegaskan tidak mendukung kemerdekaan Papua.

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton berada di Indonesia, setelah menghadiri Forum Negara-Negara Kepulauan Pasifik minggu lalu.

Ia mengatakan, Indonesia harus menggelar dialog dengan Papua untuk menyelesaikan konflik secara damai.

Nada kunjungan ini sangat berbeda dengan tahun lalu, ketika Hillary Clinton membuat marah Indonesia karena mengemukakan soal pelanggaran HAM.

Menlu Hillary Clinton juga berseru kepada Cina dan negara-negara Asia Tenggara agar menghindari “kekerasan” dalam sengketa wilayah di Laut Cina Selatan.

Ketika bertemu dengan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Jakarta, Hillary Clinton mendesak negara-negara yang bersengketa agar bersama-sama berusaha menyelesaikan perbedaan pandangan, dan mencapai suatu kesepakatan secara damai, tanpa saling mengancam satu sama lain.

“Amerika Serikat tidak mengambil posisi dalam sengketa wilayah, tapi berpendapat, negara-negara kawasan seharusnya berusaha bersama untuk menyelesaikan sengketa tanpa paksaan, tanpa intimidasi, tanpa ancaman dan tanpa penggunaan kekerasan,” kata Clinton seusai bertemu dengan Marty Natalegawa.

Hillary Clinton tidak mengritik Cina secara langsung, tapi menyuarakan ketidak-nyamanan tentang pembangunan sebuah benteng di Laut Cina Selatan.

Fokus Regional

Menteri Pertahanan Australia, Stephen Smith, juga berada di Jakarta untuk menghadiri pertemuan tahunan Menteri Pertahanan Indonesia-Australia.

Profesor Hariyadi Wirawan, dari Departemen Hubungan Luar Negeri Universitas Indonesia, berpendapat, bukan kebetulan kedua pejabat tinggi itu berada di Jakarta pada saat yang bersamaan.

Ia mengatakan kepada Radio Australia, hal itu memang “diatur”.

Diperkirakan pembicaraan Clinton akan mencakup kerjasama pertahanan lebih erat antara Australia, Indonesia dan Amerika Serikat.

“Banyak pejabat Indonesia memandang ini sebagai langkah awal menuju suatu kerjasama yang lebih luas di bidang pertahanan dan keamanan antara Indonesia, Australia dan Amerika Serikat, kata Profesor Hariyadi Wirawan.

Ketegangan meningkat

Amerika Serikat sangat mendorong dibentuknya suatu ‘code of conduct’ atau COC, yang menurutnya sangat penting untuk mencegah meningkatnya ketegangan.

Pendapat ini didukung oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.

“Saya membahas dengan terus terang dengan Menteri Luar Negeri Cina, memintanya kembali ke proses diplomatik.”

“Menurut saya, caranya jelas, yaitu kita harus memiliki ‘code of conduct’, katanya.

Tapi Beijing lebih suka berunding secara terpisah dengan negara-negara ASEAN yang bersengketa, bukannya berunding dengan sebuah blok yang bersatu.

Sekjen ASEAN, Surin Pitsuwan, memperingatkan, jika terlalu banyak perhatian dicurahkan pada masalah ini, hasilnya dapat malah kontra-produktif.

Nyonya Clinton akan menuju ke Cina pada hari Selasa.

Sumber:http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2012-09-04/clinton-bahas-papua-laut-cina-selatan-di-jakarta/1010216

Scroll to Top