Anggota Wantimpres temui Majelis Rakyat Papua

Jayapura (ANTARA News) – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Alberth Hasibuan bersama sejumlah staf bertemu dengan ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) dan anggotanya yang antara lain membicarakan tentang bagaimana menyelesaikan berbagai masalah di Papua, Rabu.

 

“Jadi pertemuan tadi, baik bapak Doktor Albert Hasibuan sebagai wakil utusan pemerintah dari Wantimpres dan kami sebagai lembaga kultur Papua, MRP, menyepakati bahwa berbagai macam persoalan yang terjadi selama ini di Papua dapat diselesaikan lewat dialog,” kata Wakil Ketua I MRP, Pdt Hofni Simbiak dalam pertemuan yang berlangsung dua jam itu di kantor MRP di Kotaraja, distrik Abepura, Kota Jayapura.

 

Menurut Hofni, pihaknya sangat setuju dengan apa yang disampaikan oleh anggota Wantimpres tersebut asalkan dialog atau komunikasi konstruktif tersebut bisa menyelesaikan masalah di Papua, dimana ada rasa saling percaya satu sama lainya, baik masyarakat Papua dan pemerintah pusat.

 

“Dialog ini sangat tepat, tapi menurut MRP sebelum dialog itu dilakukan harus ada MoU seperti yang dilakukan oleh Aceh dengan Pemerintah pusat. Agar hal ini bisa menentukan siapa yang akan jadi juru bicara dari masing-masing pihak, agendanya apa saja dan waktu serta tempat pelaksanaan dialog tersebut,” katanya.

 

Pria asal Biak itu juga mengatakan bahwa dialog juga merupakan bagian dalam UU Otsus Papua yang di dalamnya inginkan pelurusan sejarah Papua, dan masalah inilah yang menurut MRP, pemerintah pusat takuti.

 

“Karena jika berbicara tentang keberadaan harga diri dan martabat sebagai orang Papua yang juga warga negara Indonesia, hal inilah mulai dianggap menjurus kepada makar atau stigma separatis. Kita (MRP) harapkan hal-hal ini dihilangkan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Hofni yang telah dua periode menjadi anggota MRP itu menyampaikan bahwa rasa saling percaya satu sama lainya perlu ditumbuh-kembangkan menuju komunikasi yang konstruktif tersebut, sehingga semua pihak diharapkan bisa duduk secara bermartabat membicarakan solusi yang terbaik bagi masalah di Papua.

 

“Kita saling mengakui dan percaya satu sama lainya. Dan yang duduk berbicara adalah masyarakat Papua yang juga adalah warga negara Indonesia, demikian juga yang disebut OPM juga bisa duduk bicara, jadi mengakmodir semua pihak,” katanya.

 

Ketika disinggung apakah MRP telah tahu waktu kepastian pelaksanaan dialog tersebut dan ditempat mana dialog tersebut akan diusulkan, dengan bijak Hofni Simbiak katakan jikalau dialog tersebut diharapkan segera diagendakan dengan tegas dan yang pokok adalah pemerintah pusat bisa membuka diri.

 

“Diharapkan dialog ini tidak terlalu lama, sehingga hal ini perlu diagendakan dengan tegas dan yang pokok adalah Jakarta harus bisa membuka diri. Terkait tempatnya dialog, saya merupakan wakil dari rakyat maka harus bersama dengan rakyat lewat rapat pleno MRP, kemudian diputuskan,” katanya.

 

Pada kesempatan itu, Hofni Simbiak juga berpesan kepada anggota Wantimpres terkait sengketa penyelenggaraan Pilgub Papua yang sedang di proses di MK, agar mendapatkan keputusan yang bijak.

 

Dalam pertemuan itu, romobongan anggota Wantimpres dan staf diterima oleh Ketua MRP Timotius Murib, wakil ketua I Hofni Simbiak, Wakil Ketua II Engelbertha Katorok, ketua panitia musyawarah, Joram Wambrau, ketua badan kehormatan Titus F Wayne, Ketua panitia urusan rumah tangga Juliana E Wambrauw.

 

Serta ketua kelompok kerja (Pokja) Adat Demas Tokoro, ketua Pokja Agama Pdt Samuel K Waromi dan ketua Pokja Perempuan Rode Muyasin bersama anggota MRP lainya. (ARG/D009)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

 

 

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/331371/anggota-wantimpres-temui-majelis-rakyat-papua

Scroll to Top