Anggota Komnas HAM Asal Papua Perlu Lebih dari Satu

Jayapura – Pastor John Djonga, penerima penghargaan Yap Thiam Hien Award 2009 mengatakan, komposisi anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dengan hanya menempatkan seorang wakil dari Papua, tidak efektif dibanding serentetan persoalan HAM di bumi cenderawasih.

 

“Harus lebih dari satu, karena ada banyak kasus di Papua, kita juga belum mengenal siapa itu Nataluis Pigay,” kata John Djonga, Rabu.

 

Menurut dia, wakil dari Papua sewajarnya seseorang yang paham mengenai situasi wilayah paling timur Indonesia itu. Bukan sebaliknya tinggal lama di Jakarta dan kemudian terpilih sebagai komisioner. “Kita lihat saja, mudah-mudahan apa yang dikerjakan Komnas HAM dapat memberi kenyamanan pada diri orang Papua,” katanya.

 

John menambahkan, Komnas HAM kali ini setidaknya jauh lebih bagus dari terdahulu. “Jangan cari nama saja, ada banyak kasus pelanggaran HAM di Papua yang belum tuntas, apa ini akan dibiarkan begitu saja,” ucapnya.

 

13 anggota Komnas HAM disahkan dalam Rapat paripurna DPR RI setelah mendengarkan laporan yang disampaikan pimpinan Komisi III DPR RI, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, 23 Oktober 2012.

 

Anggota Komnas HAM dipilih oleh Komisi III DPR RI setelah sebelumnya menjalani uji kelayakan dan kepatutan bersama 17 nama calon anggota lainnya.

 

Mereka yang terpilih untuk periode 2012-2017 adalah Sandrayati Moniaga, Maneger Nasution, Natalius Pigai, Otto Nur Abdullah, Ansori Sinungan, Muhammad Nurkhoiron, Muhammad Indadun Rahmat, dan Siane Indriani. Kemudian, Roichatul Aswidah, Hafid Abbas, Siti Noor Laila, Dianto Bachriadi, dan Nur Kholis. (JO/Jayapura)

 

Sumber: http://www.aldp-papua.com/?p=7568

Scroll to Top