Aliansi Peduli Masyarakat Papua Desak Pemerintah Buka Ruang Dialog

Manokwari Teropong News – Senin (13/2), sekira 30 an demonstran yang tergabung dalam Aliansi Peduli Masyarakat Papua, menyambangi kantor DPR Papua Barat (DPRPB).   Aksi ini mendesak Pemerintah Provinsi Papua Barat, DPRPB, Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRP PB), menunda pengesahan draf Rancangan Undang-undang (RUU) Otonomi khusus.

Aliansi yang terdiri dari BEM Universitas Negeri Papua, UNIPA-Manokwari, BEM ISTI-Manokwari, BEM-STIKIP Muhammadiyah, LMR–RI, dan Yayasan Lintas Samudera, diterima oleh Wakil Ketua DPRPB, Roby. M.Nauw. juga mendesak Gubernur, DPRPB, Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRP PB) membuka ruang dialog sebelum pengesahan dilakukan.

“Penyusunan draf RUU Otsus Plus tidak aspiratif. Mekanisme penyusunan RUU tidak mengacu pada amanat UU 21 Tahun 2001 pasal (77). Kami meminta audiensi dengan gubernur, DPRPB, MRPPB. Solusi harus ada dialog untuk masa depan Papua yang jelas,” kata Presiden Mahasiswa UNIPA, Thimotius Daud Yelimolo.

Selain itu, sebelum melakukan pengesahan terhadap draf RUU, perlu dilakukan evaluasi menyeleuruh terhadap pelaksanaan Otsus di Papua yang lebih kurang telah berjalan 13 tahun. Termasuk mengaudit seluruh dana Otsus yang selama ini dikelola oleh pemerintah daerah.

 

Aliansi Peduli Masyarakat Papua, juga menilai bahwa implementasi Otsus tidak didukung oleh Perdasi maupun Perdasus sebagaimana menjadi penguatan dalam pasal (45-47), pasal (56-59) tentang HAM, Pendidikan, dan Kesehatan. Ini semua belum mampu direalisasikan oleh penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

Selain menggelar dialog dengan pemerintah daerah, dialog serupa juga dilakukan bersama dengan pemerintah pusat. Dialog itu, akan menyampaikan rumusan pemikiran dari elemen-elemen masyarakat lainnya.

Menyikapi aspirasi desakan tersebut, menurut Roby, bagaimana bisa melahirkan perdasus, jika Otsus belum dievaluasi. “Jadi, biarkan revisi Otsus ini berjalan dulu, baru dievaluasi. Penyusunan draf Otsus plus ini sebagai upaya mengevaluasi Otsus secara komprehensif,” kata Roby yang didampingi anggotanya masing-masing Emilia Simorangkir dan Imanuel Yenu.
Aksi ini mendapatkan pengawalan ketat apara kepolisian. Sebelumnya, pengumpulan masaa dilakukan di kampus UNIPA. Dan selanjutnya melakukan perjalanan menelusuri jalan Gunung Salju, jalan Merdeka, jalan Siliwangi. (JDR)

 

http://www.teropongonline.com/detail-3618-aliansi-peduli-masyarakat-papua-desak-pemerintah-buka-ruang-dialog.html

Scroll to Top