muridan widjojo

Ada Empat Akar Masalah di Papua

muridan widjojoDr. Muridan Widjojo (Koordinator JDP-Jakarta)Jayapura – Muridan Satrio Widjojo, salah satu koordinator Jaringan Damai Papua mengatakan, terdapat empat akar masalah Papua. Marjinalisasi dan diskriminasi, kegagalan pembangunan, kekerasan negara dan tuduhan pelanggaran HAM, serta sejarah dan identitas politik.

 

“Konflik Papua sudah terlalu lama talingkar, oleh karena itu diperlukan langkah terobosan baru. Dalam proses, para pihak bisa saling introspeksi diri, berkonsolidasi, melihat ide dan langkah baru untuk penyelesaian akar masalah. Dialog memberikan ruang baru untuk munculnya pemimpin-pemimpin baru terbaik,” kata Muridan kepada ALDP, Selasa.

 

Rangkuman mengenai dialog Papua ini juga disampaikan Muridan dalam Seminar Papua Road Map di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih, Selasa (11/6). Seminar terbuka yang diprakarsai oleh Program Studi Hubungan Internasional (HI) Fisip Uncen itu dihadiri dosen dan mahasiswa.

 

Menurut dia, dialog merupakan salah satu cara menyelesaikan masalah Papua. “Dialog tak bisa terjadi tiba-tiba. Dibutuhkan pemimpin/aktivis yang diterima dan dipercaya untuk memelopori dan memulainya. Membangun dukungan dari banyak pihak, termasuk para pihak yang berkonflik juga memerlukan pemikiranbaru dan kreatif untuk menjadikan dialog sebagai gagasan dan cita-cita bersama,” paparnya.

 

Proses dialog sesungguhnya adalah proses konsolidasi. Konsolidasi yang baik menumbuhkan sikap saling memahami dari berbagai pihak. “Dan ini akan menghasilkan agenda dan memperkuat tujuan bersama. Selanjutnya, dapat mengurangi, kalau bisa menghilangkan saling curiga antarsesama Papua, sebelum berdialog dengan pihak lawan,” ujarnya.

 

Bagian berikutnya, kata dia, konsolidasi merupakan upaya untuk menyepakati hal-hal yang bisa disepakati terlebih dahulu secara internal. “Rakyat Papua harus mulai belajar menghormati pemimpinnya dan sebaliknya pemimpin Papua harus menjaga kepercayaan rakyatnya,” katanya.

 

Sebelum dialog, dilaksanakan dulu Pra-dialog.  Yakni tahapan informal pembentukan jaringan pendukung, identifikasi masalah, lobi, konsolidasi, pemantapan posisi pemimpin, juru runding, dll.

 

“Tahapan ini dikerjakan oleh individu/kelompok mandiri untuk menumbuhkan animo, opini dan dukungan kepada proses dialog. Para fasilitator pra-dialog bukanlah bagian dari para pihak yang akan berdialog,” ujar Muridan.

 

Dialog lanjutnya, bukanlah jalan untuk mempertahankan status quo atau menuju kemerdekaan. Dialog adalah sarana untuk mencapai kesepakatan.

 

“Di dalam dialog disepakati road map, agenda dan cara menuju keadaan yang lebih baik. Dialog bukan cara untuk memaksa menyetujui bulat-bulat praktek NKRI selama ini. Dialog adalah kesempatan untuk menumbuhkan peluang baru dan kesepakatan baru,” pungkasnya. (JO/Jayapura)

 

Sumber:http://www.aldp-papua.com/ada-empat-akar-masalah-di-papua/

Scroll to Top